Ayu M.

sama-sama hadir ….


keegoisan hadir untuk mendapatkan sesuatu, sedangkan keikhlasan hadir untuk memberi sesuatu, apapun itu…..

Pernah menginginkan sesuatu ? ingin sekali. Sampai rasanya sebuah harga mati kita harus memiliki hal tersebut.  Aku pernah. Saat itu aku masih memakai seragam merah putih. Ada sesuatu yang aku inginkan. Mungkin sesuatu yang biasa diinginkan anak seusiaku. Ya, sebuah mainan. Mainan yang memang sedang heboh oleh teman perempuan sebayaku. Saat itu aku juga ingin memilikinya. Boneka barbie. Boneka cantik menyerupai manusia yang dapat diganti-ganti pakaiannya. Ya, tapi boneka barbie yang ku temui saat di pasar itu berbeda. Aku jatuh cinta pada saat pertama kali melihatnya. Boneka barbie yang dibungkus mengenakan plastik berwarna putih dengan gambar bunga-bunga berwarna ungu. Boneka tersebut juga memakai dress berwarna ungu. Sangat cantik dan aku sangat ingin memilikinya. Aku pun berharap mama ku mau membelikannya untukku. Aku merengek-rengek, tetapi mama ku tak kunjung luluh. Mama bilang mainanku dirumah sudah cukup banyak dan buat apa beli lagi.

Akhirnya aku pulang dengan muka muram. Sesampainya dirumah, aku  mencari cara untuk dapat memiliki boneka tersebut. Kalau meminta kepada Ayah, pasti hasilnya nihil. Hingga terlintas untuk menabung untuk membeli boneka tersebut. Ya, memang harganya pun tidak terlalu mahal. Tiga puluh ribu rupiah. Tetapi tidak terlalu murah juga untuk usia seumurku saat itu. Uang saku ku saat itu hanya dua ribu rupiah. Apabila aku sisihkan seribu per hari, kira-kira dalam waktu sebulan kemungkinan aku sudah mendapatkan uang sejumlah tiga puluh ribu rupiah. Cukup untuk membeli boneka barbie itu.

Akhirnya aku pun bersabar hingga sebulan dengan uang jajan seadanya. Ya, mungkin pengorbanan yang biasa saja. Tapi tidak bagiku saat itu. Karena kadang aku harus menahan lapar karena tidak jajan. Beruntung saat mama membuatkan bekal makan untukku. Walaupun hampir setiap hari aku minta dibawakan bekal makan oleh mama. Saat mama heran dan menanyakan mengapa anaknya berubah menjadi suka membawa bekal. Aku hanya tersenyum dan berkata ada sesuatu yang aku inginkan. Mungkin mama sudah hafal betul dengan tabiatku. Jadi mama hanya menanyakan sebatas itu.

Akhirnya sebulan tiba juga, sehabis pulang sekolah aku berencana menuju pasar itu. Ya, untuk apalagi selain membeli boneka barbie itu. Hari itu aku sangat senang. Perjalanan menuju pasar ditemani senandung lagu yang aku nyanyikan selama perjalanan. Selain itu, aku juga membayangkan segera sampai rumah dan dapat bermain dengan boneka itu. Ya, boneka impian. Tak terasa, sampai juga ditoko itu. Tapi, ternyata. Ya, boneka itu sudah tidak terpajang lagi disana. Akupun mencoba bertanya kepada pelayan toko, ternyata boneka barbie tersebut sudah terjual.

Aku lemas, sedih sekali rasanya. Teringat pengorbanan sebulan terakhir ini. Akhirnya aku pulang dengan langkah gontai, sembari sesekali melihat uang jerih payah ku sebulan ini. Bingung hendak aku apakan uang tersebut. Aku duduk disebuah halte, sibuk berpikir. Dan saat itu seorang nenek tua menghampiri. Beliau berkata belum makan hari ini. Iba. Tanpa pikir panjang akhirnya aku memberikan uang tersebut kepada nenek tersebut. Yah, memang akhirnya aku tidak membeli boneka itu. Tapi akhirnya uang tersebut berada kepada yang membutuhkannya. Sedih? Sama sekali tidak. Entah mengapa ada rasa senang seketika melihat nenek tersebut tersenyum bahagia menerima uang itu. Setelah itu, aku pulang dengan riang. Sesampainya dirumah aku ceritakan hal tersebut kepada mama. Ya, kalimat mama saat itu kembali terngiang kini, bahwa takdir itu termasuk rencana-Nya. Rencana yang tidak bisa kita ubah. Walaupun sekuat apapun usaha kita,  sekencang apapun kita berlari, tetap takdir itu akan terjadi. Tapi akan selalu ada hikmah disetiap kejadian. Ya, mungkin kamu dan bonekamu itu belum ditakdirkan bersama. Jadi ikhlaskan saja ya Nak. Aku mengangguk seraya tersenyum dan menyahut dalam hati, uang tersebut juga telah bertemu takdirnya ma, tertakdir kepada nenek tersebut.  

August 13th, 2012 1 note #cerpen
Bermimpilah, kelak Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu

-Arai, Sang Pemimpi-

August 12th, 2012 0 notes
Untuk merebut hati lelaki yang cerdas, kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri

Detective Conan 68 file 11 (via sylalarale)

(via syalarale)

Reblogged from sekotakcokelat August 12th, 2012 3 notes
Tweet