Month

August 2012

34 posts

Aug 16, 20121 note
Aug 15, 2012273 notes
“Jangan terlalu sibuk membuat daftar permintaan kepada Tuhan.. Sesekali, buat daftar apa saja yang harus engkau syukuri dari Tuhan..” —Rie’A  (via kurniawangunadi)
Aug 15, 201294 notes
“jika rumah gubukku adalah istana yang nyaman untukmu, singgahlah! Ambil kuncinya di tangan ayahku. Aku menantimu di dalam gubuk.” —Fikri Habibullah (via mfsyaa)
Aug 15, 201217 notes
“Melahirkan itu seperti berdiri di ambang batas kehidupan dan kematian” —

Ibuk, Iwan Setyawan (via hujanbulandesember)]

begitukah ?

Aug 15, 20126 notes
Aug 14, 2012732 notes
Aug 14, 2012354,901 notes
Aug 14, 20122,009 notes
Aug 13, 2012632 notes
Sasi si cacing

Sasi si cacing dan segerombolan cacing lainnya tinggal di sebuah sela-sela tanah yang biasa disebut Gang Tan. Sasi si cacing sangat bahagia hidup di dalam Gang Tan. Disana makanan sangat cukup karena banyak sisa-sisa bahan organik yang membusuk. Kehidupan di Gang Tan sangat bahagia. 

Tetapi suatu hari saat Sasi si cacing sedang makan, tiba-tiba dia melihat ada cahaya terang dibalik sela-sela tanah. Sasi si cacing sangat penasaran dan berjalan menuju cahaya tersebut. Sasi si cacing terus berjalan dan terus hingga sampai pada sisi terluar tanah. Sasi si cacing sangat terpesona melihat indahnya dunia. Sebelumnya dia tidak pernah keluar dari dalam tanah. 

Sasi si cacing terus berjalan hingga dia bertemu dengan Kuki si kupu-kupu yang sedang terbang rendah. 

“hai, kau cantik sekali.” ucap Sasi si cacing.

“terima kasih. hai cacing, namaku kuki si kupu-kupu. siapa namamu?”tanya Kuki si kupu-kupu.

“namaku sasi si cacing. kau seekor kupu-kupu? apakah semua kupu-kupu indah sepertimu?”

“hahaha tentu, kami memang terkenal dengan sayap yang indah ini. apa kau baru pertama kali melihatnya?”

“ya, aku baru pertama kali keluar dari tanah.”ujar sasi si cacing.

Tiba-tiba kicauan burung terdengar merdu. 

“itu suara apa kuki?” tanya sasi si cacing.

“itu suara burung, kau tak tahu? berhati-hatilah dengan burung. dia dapat memakanmu. segeralah kau kembali ke dalam tanah.” ucap kuki si kupu-kupu dengan panik.

“begitukah ? baiklah saya akan pulang. senang bertemu denganmu kuki.”

Sasi si cacing segera bergegas menuju rumah. Sesampainya dirumah, dia termangu sedih. 

“Mengapa kau sedih, nak?”tanya ibu Sasi si cacing.

“Aku tadi keluar melihat alam luar bu.”

“Astaga sasi, untungnya kamu baik-baik saja sekarang. berjanjilah, kamu tak akan mengulangi lagi ya. Suatu saat ibu akan mengajakmu melihat dunia luar, Nak. Tapi sekarang belum saatnya.”

“Iya Bu. Aku berjanji.” jawab sasi si cacing.

“Lalu mengapa kau bersedih, Nak?”

“Aku sedih Bu. Diluar aku bertemu dengan Kuki si kupu-kupu. Dia sangat indah Bu. Atau seekor burung yang memiliki suara indah. Aku ingin sepertinya.” Ucap Sasi si cacing dengan murung

“Kita memang tak secantik kupu-kupu atau memiliki suara seindah burung, Nak. bersyukurlah kau terlahir sebagai cacing,” ujar Ibu sasi si cacing sambil tersenyum.

“Lihatlah Bu. Kita kotor dan hidup di dalam tanah. Tidak seperti mereka.”

“Hidup tidak hanya sekadar cantik atau memiliki suara yang indah, Nak. Lihatlah seberapa beruntungnya kita. Kamu tahu, tanah subur ini karena kita. Dengan tanah yang subur, kita telah menciptakan kehidupan. Bunga-bunga dapat tumbuh, Pohon pun demikian. Kamu tahu, kupu-kupu sangat membutuhkan bunga. begitupula dengan burung yang membutuhkan pohon untuk tempat berteduh.” jelas Ibu sasi si cacing dengan bijak.

Sasi si cacing pun tersenyum bangga. Dia mengerti bahwa betapa beruntungnya dia terlahir sebagai seekor cacing. Hidupnya dapat bermanfaat untuk orang lain :)

Aug 13, 2012
#coretan
Aug 13, 2012186 notes
Aug 13, 2012599 notes
sama-sama hadir ....


keegoisan hadir untuk mendapatkan sesuatu, sedangkan keikhlasan hadir untuk memberi sesuatu, apapun itu…..

Pernah menginginkan sesuatu ? ingin sekali. Sampai rasanya sebuah harga mati kita harus memiliki hal tersebut.  Aku pernah. Saat itu aku masih memakai seragam merah putih. Ada sesuatu yang aku inginkan. Mungkin sesuatu yang biasa diinginkan anak seusiaku. Ya, sebuah mainan. Mainan yang memang sedang heboh oleh teman perempuan sebayaku. Saat itu aku juga ingin memilikinya. Boneka barbie. Boneka cantik menyerupai manusia yang dapat diganti-ganti pakaiannya. Ya, tapi boneka barbie yang ku temui saat di pasar itu berbeda. Aku jatuh cinta pada saat pertama kali melihatnya. Boneka barbie yang dibungkus mengenakan plastik berwarna putih dengan gambar bunga-bunga berwarna ungu. Boneka tersebut juga memakai dress berwarna ungu. Sangat cantik dan aku sangat ingin memilikinya. Aku pun berharap mama ku mau membelikannya untukku. Aku merengek-rengek, tetapi mama ku tak kunjung luluh. Mama bilang mainanku dirumah sudah cukup banyak dan buat apa beli lagi.

Akhirnya aku pulang dengan muka muram. Sesampainya dirumah, aku  mencari cara untuk dapat memiliki boneka tersebut. Kalau meminta kepada Ayah, pasti hasilnya nihil. Hingga terlintas untuk menabung untuk membeli boneka tersebut. Ya, memang harganya pun tidak terlalu mahal. Tiga puluh ribu rupiah. Tetapi tidak terlalu murah juga untuk usia seumurku saat itu. Uang saku ku saat itu hanya dua ribu rupiah. Apabila aku sisihkan seribu per hari, kira-kira dalam waktu sebulan kemungkinan aku sudah mendapatkan uang sejumlah tiga puluh ribu rupiah. Cukup untuk membeli boneka barbie itu.

Akhirnya aku pun bersabar hingga sebulan dengan uang jajan seadanya. Ya, mungkin pengorbanan yang biasa saja. Tapi tidak bagiku saat itu. Karena kadang aku harus menahan lapar karena tidak jajan. Beruntung saat mama membuatkan bekal makan untukku. Walaupun hampir setiap hari aku minta dibawakan bekal makan oleh mama. Saat mama heran dan menanyakan mengapa anaknya berubah menjadi suka membawa bekal. Aku hanya tersenyum dan berkata ada sesuatu yang aku inginkan. Mungkin mama sudah hafal betul dengan tabiatku. Jadi mama hanya menanyakan sebatas itu.

Akhirnya sebulan tiba juga, sehabis pulang sekolah aku berencana menuju pasar itu. Ya, untuk apalagi selain membeli boneka barbie itu. Hari itu aku sangat senang. Perjalanan menuju pasar ditemani senandung lagu yang aku nyanyikan selama perjalanan. Selain itu, aku juga membayangkan segera sampai rumah dan dapat bermain dengan boneka itu. Ya, boneka impian. Tak terasa, sampai juga ditoko itu. Tapi, ternyata. Ya, boneka itu sudah tidak terpajang lagi disana. Akupun mencoba bertanya kepada pelayan toko, ternyata boneka barbie tersebut sudah terjual.

Aku lemas, sedih sekali rasanya. Teringat pengorbanan sebulan terakhir ini. Akhirnya aku pulang dengan langkah gontai, sembari sesekali melihat uang jerih payah ku sebulan ini. Bingung hendak aku apakan uang tersebut. Aku duduk disebuah halte, sibuk berpikir. Dan saat itu seorang nenek tua menghampiri. Beliau berkata belum makan hari ini. Iba. Tanpa pikir panjang akhirnya aku memberikan uang tersebut kepada nenek tersebut. Yah, memang akhirnya aku tidak membeli boneka itu. Tapi akhirnya uang tersebut berada kepada yang membutuhkannya. Sedih? Sama sekali tidak. Entah mengapa ada rasa senang seketika melihat nenek tersebut tersenyum bahagia menerima uang itu. Setelah itu, aku pulang dengan riang. Sesampainya dirumah aku ceritakan hal tersebut kepada mama. Ya, kalimat mama saat itu kembali terngiang kini, bahwa takdir itu termasuk rencana-Nya. Rencana yang tidak bisa kita ubah. Walaupun sekuat apapun usaha kita,  sekencang apapun kita berlari, tetap takdir itu akan terjadi. Tapi akan selalu ada hikmah disetiap kejadian. Ya, mungkin kamu dan bonekamu itu belum ditakdirkan bersama. Jadi ikhlaskan saja ya Nak. Aku mengangguk seraya tersenyum dan menyahut dalam hati, uang tersebut juga telah bertemu takdirnya ma, tertakdir kepada nenek tersebut.  

Aug 13, 20121 note
#cerpen
Aug 13, 20128,996 notes
Aug 13, 2012984 notes
Aug 13, 2012380 notes
“Bermimpilah, kelak Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” —

-Arai, Sang Pemimpi-

Aug 12, 2012
Aug 12, 201277 notes
“Untuk merebut hati lelaki yang cerdas, kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri” —Detective Conan 68 file 11 (via sylalarale)
Aug 12, 20123 notes
Aug 12, 2012120,411 notes
“keajaiban datang, tidak melulu terletak dalam ikhtiar kita. terkadang dia berupa bentuk lain.” —

Alhamdulillah. Masha Allah

Citra A. Mahfud 

(via kurniawangunadi)

Aug 11, 201219 notes
Aug 11, 20121,987 notes
Aug 11, 20121,215 notes
“Kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan di dunia ini. Sekali lagi, APAPUN. Hanya saja, kita seringkali tidak tahu apa yang kita inginkan, atau tidak benar-benar menginginkannya.” —(via kuntawiaji)
Aug 11, 2012121 notes
Aug 11, 20121,524 notes
Dua garis yang sejajar
  • Saat teman saya mengajar di bimbel :
  • teman saya : udah pada tau belum nih pengertian garis sejajar itu apa?
  • siswa : udah kaaaak..
  • teman saya : apa coba?
  • siswa : ... *hening* ...
  • teman saya : oke ya, mungkin ada yang lupa jadi kakak jelasin lagi aja. Nah, jadi, dua garis itu dikatakan sejajar jika kedua garis itu terletak di bidang datar, dan kalo kita tarik garis sepanjang-panjangnya dari mereka berdua, mereka gak bakal pernah berpotongan atau bertemu. *sambil gambar di papan*
  • siswa : ooh, iya kaaak.
  • teman saya : udah pada ngerti ato ada yang mau bertanya?
  • salah satu siswa : hmm. Kak, berarti misalkan ada dua orang nih, kalo mereka gak berjodoh itu berarti garis hidup mereka sejajar ya?
  • teman saya : ... *hening* .... Hmm, mungkin saja begitu ._.
Aug 11, 2012
Aug 11, 20121,677 notes
Aug 11, 20121,145 notes
Aug 11, 2012
“Jangan pernah membuat pilihan yang tidak bisa kamu pilih” —(via kurniawangunadi)
Aug 11, 201242 notes
Aug 11, 2012610 notes
Aug 11, 2012147,779 notes
“Kita sama-sama sedang menuju masa depan. Semoga saja, kita benar-benar bertemu di satu jalan; kepercayaan pada takdir Tuhan.” —Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
Aug 11, 201299 notes
“Di luar sana, kau tahu, ada banyak bakat yang menunggu untuk ditemukan… Di dalam dirimu, kau tahu dan kau sadar bahwa kau juga memiliki itu. Lalu, sudah kau bawa ke mana?” —(via anamrufisa)
Aug 11, 201221 notes

July 2012

143 posts

Jul 22, 2012236 notes
“Aku rindu. Perbanyak waktu pertemuan kita ya. Waktu romantis kita. Hanya kita berdua. aku dan diri-Mu. Hanya dengan-Mu :)” —
Jul 22, 2012
“

Dan ajaib, inilah yang jarang diketahui banyak orang, penyu hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Saat mereka kembali untuk pertama-kalinya, mereka secara naluriah, akan jatuh cinta dengan penyu betina yang dulu pertama kali ditemuinya. Saat membentuk barisan di pantai dulu, saat kanak-kanak. Itulah yang akan menjadi pasangan sehidup-semati. Saat mereka bertemu kembali, mereka akan melakukan tarian penyu. Setelah induk betina bertelur, pasangan itu berpisah lagi. Menjelajahi samudera luas.

Musim berlalu, ketika musim kawin tiba, mereka akan kembali. Kembali meski terluka, tidak peduli batok keras mereka retak, tangan-tangan lumpuh. Kembali menemukan pasangannya dulu. Tidak tertukar. Tidak berganti. Sejauh apapun mereka menjelajahi lautan. Sejauh apa pun mereka melihat sudut dunia. Secantik apa pun penyu betina lain yang ditemukannya.

Mereka akan kembali. Kembali ke takdir pasangannya. Karena itulah janji setia penyu. Terucapkan saat kaki-kaki kecil mereka, kaki-kaki kanak-kanak mereka menuju lautan luas. Janji setia pada takdir pasangannya.

”
—Tere Liye dalam “Sunset Bersama Rosie” (via nitanydya)
Jul 22, 2012137 notes
Jul 22, 201222,000 notes
Jul 22, 20121,122 notes
Jul 22, 2012344 notes
Jul 22, 2012117 notes
Jul 22, 2012334 notes
“Sudah sejauh ini kita mau ke mana lagi? Meminjam bahu untuk bersembunyi ataukah berlari mengejar pelangi?” —(via anamrufisa)
Jul 22, 201230 notes
“Pilihlah teman yang baik. Pilhlah tontonan yang baik. Pilihlah bacaan yang baik. Pilihlah makanan dan minuman yang baik. Karena agama kita sudah begitu baik.” —(via anamrufisa)
Jul 22, 2012107 notes
Jul 20, 20121,216 notes
“Allah merahasiakan masa depan; untuk menguji kita agar berprasangka terbaik, berencana terbaik, berupaya terbaik, bersyukur & bersabar” —Salim A Fillah (via tresnapertiwi)
Jul 20, 2012440 notes
“Menyayangi itu tak berarti selalu berdekat-dekat. Seperti mentari, seperti rembulan, menyayangi bumi dengan jaraknya.” —Achmad Lutfi (via akhirulsyah)
Jul 20, 2012470 notes
Jul 19, 201216 notes
“Sekolah hanya bisa mengajar murid, tetapi keluarga lah yang mendidiknya.” —(via kuntawiaji)
Jul 19, 201249 notes
Jul 19, 20128,309 notes
Next page →
2012
  • January
  • February 34
  • March 660
  • April 328
  • May 456
  • June 229
  • July 143
  • August 34
  • September
  • October
  • November
  • December